Keajaiban Sholat Dhuha

Bismillah,

Assalamu’alaikum. wr.wb

Tulisan berikut bertujuan untuk memberikan motivasi kepada saudara – saudaraku sesama muslim yang Insya ALLAH selalu di dalam ketenangan hidup dan berada di jalan yang lurus tidak ada maksud riya ataupun sok suci, karena kita semua sama ( amar ma’ruf nahi mungkar ).๐Ÿ™‚

Keutamaan sholat Dhuha :

1. Hadits Abu Dzarr Al Ghifari radhiallahu โ€˜anhu, bahwasanya Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda:

ูŠุตุจุญ ุนู„ู‰ ูƒู„ ุณู„ุงู…ู‰ ู…ู† ุฃุญุฏูƒู… ุตุฏู‚ุฉ ููƒู„ ุชุณุจูŠุญุฉ ุตุฏู‚ุฉ ูˆูƒู„ ุชุญู…ูŠุฏุฉ ุตุฏู‚ุฉ ูˆูƒู„ ุชู‡ู„ูŠู„ุฉ ุตุฏู‚ุฉ ูˆูƒู„ ุชูƒุจูŠุฑุฉ ุตุฏู‚ุฉ ูˆุฃู…ุฑ ุจุงู„ู…ุนุฑูˆู ุตุฏู‚ุฉ ูˆู†ู‡ูŠ ุนู† ุงู„ู…ู†ูƒุฑ ุตุฏู‚ุฉ ูˆูŠุฌุฒุฆ ู…ู† ุฐู„ูƒ ุฑูƒุนุชุงู† ูŠุฑูƒุนู‡ู…ุง ู…ู† ุงู„ุถุญู‰

โ€œSetiap tulang salah seorang dari kalian wajib ditunaikan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyeru kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang dari kemungkaran adalah sedekah. Dan cukup sebagai pengganti itu semua dua rakaat yang dilakukan ketika waktu dhuha.โ€ [HR Muslim (720)]

Penulis belum mempunyai cukup ilmu untuk membahas tentang ayat – ayat suci Al-qur’an maupun hadits – hadits, yang penulis ingin sampaikan adalah pengalaman hidup ( ‘ilmu’ kehidupan ). Mohon maaf bila ada kekurangan.

Kejadian yang penulis alami mungkin bisa di bilang di luar akal pikiran manusia, maka dari itu penulis menyebutnya keajaiban. Islam sudah membuktikan tentang kebenarannya dari mulai segi jasmani, rohani, teknologi dan berbagai ilmu lainnya akan tetapi tetap ada yang namanya rahasia Illahi ( hak prerogatif ALLAH SWT selaku pemilik alam semesta beserta isinya ini ).

Orangtua banyak yang berkata ” rajin sholat Dhuha, kalau rezeki mau lancar”, awalnya kupikir buat apa? toh kita sudah menjalankan yang wajib dan melakukan kebaikan, lagipula selama ini ALLAH SWT selalu memberikan rezekinya. Yang penting kan sholat wajib, di karenakan adanya rasa iman atas Islam sehingga akupun mengerjakan sholat Dhuha meskipun bolong – bolong. Singkat cerita saat itu aku akan menjalani ibadah I’tikaf 3 hari 3 malam. Acara i’tikaf tersebut bebarengan dengan waktu dimana aku sedang menunggu panggilan tes ke 2 di salah satu perusahaan di Jakarta. Yang mungkin perlu diketahui pada saat tes pertama aku sama sekali tak berniat masuk di perusahaan manapun ( program CNP dari LP3I ), karena sedang ingin menikmati pekerjaanku yang masih aku jalani ( Teknisi Komputer ). Tes pertama aku lalui dengan asal – asalan, dengan langkah tak berdosa aku pulang ke rumah dan hendak ke toko komputer tempatku bekerja, tiba – tiba ibuku berkata bahwa ibu dan ayahku butuh bantuanku untuk membiayai adikku ( belum lama ayahku terkena musibah sehingga mereka telah mengeluarkan biaya yang cukup besar ). Seketika hatiku menjadi tidak karuan ( gaji teknisi komputer tidaklah besar, meskipun aku sangat menikmatinya ), akupun menyesal telah menyia – nyiakan kesempatan.

Beberapa hari kemudian aku pamit berangkat I’tikaf bersama teman – temanku, aku berniat akan memanfaatkan momen I’tikaf tersebut untuk ibadah sunnah ( terutama dhuha ). Belum juga jauh kaki melangkah dari rumah ada pemberitahuan bahwa aku lolos seleksi pertama, “Subhanallah, baru niat saja sudah ada rezeki” aku kaget bercampur senang sekaligus tidak percaya bahwa aku lolos. Di waktu I’tikaf dan setelahnya, Alhamdulillah tanpa absen sekalipun aku terus menjalani ibadah Dhuha. Sampai akhirnya tes ke 2, ini adalah tes interview dan aku sama sekali payah di dalam interview mungkin karena tidak terbiasa berbicara formal.๐Ÿ™‚ . Interview aku jalani dengan cukup tegang dan sedikit gugup tapi Alhamdulillah masih diberi kemudahan. Alhamdulillah lolos lagi, Pada tes yang ke 3 akupun sangat percaya diri karena kuyakin ALLAH SWT selalu ada di dekatku. Dan Alhamdulillah aku di terima di perusahaan tersebut dengan penghasilan yang cukup untuk membiayai adikku “Sungguh ALLAH SWT tidak menyia-nyiakan waktu Dhuhaku” pikirku.

Ketika sudah bekerja pun aku bukannya tidak mengahadapi kendala. Dari mulai teknis sampai non teknis aku rasakan, seperti :

1. Ketika dituntut untuk mempelajari hal yang benar – benar baru dengan waktu singkat, ALLAH memberikan kemudahan.

2. Ketika dituntut dengan tugas kuliah yang menumpuk, ALLAH memberikan kemudahannya (Projectku idle sekitar 1 bulan).

3. Ketika sama sekali tidak memegang uang, tiba – tiba ada pembagian uang koperasi tahunan (Yang sebelumnya sama sekali tidak ku ketahui).

4. Ketika ada biaya mendesak, UMP naik sehingga ada uang lebih dari perusahaan.

Mungkin dapat dikatakan bahwa ‘cuma kebetulan’, akan tetapi bukankah kita hidup sudah ada garisannya? Kebetulan – kebetulan yang kita lalui adalah merupakan garis – garis atau ketentuan ALLAH yang sudah dibuat untuk kita. Jadi tidak ada yang namanya kebetulan yang ada hanyalah (kalau / karena ALLAH berkehendak). Rezeki – rezeki tersebut kudapat setelah menjalani ibadah Dhuha dengan Istiqomah, manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Ketika aku malas terbuai dengan keadaan, kutinggalkan ibadah Dhuha dan mengurangi amal sedekah yang terjadi adalah aku mendapatkan masalah – masalah serta musibah – musibah yang berhikmah bahwasannya aku telah lalai karena meninggalkan Dhuha dan sedekah. Penulis berfikir, kenapa masalah seperti ini adanya ketika penulis meninggalkan ibadah Dhuha? Alhamdulillah ALLAH memberikan jawabannya bahwasannya ALLAH SWT sayang kepada penulis dan tidak akan menyia – nyiakan Dhuha dan perubahan – perubahan baik yang sudah penulis lakukan, kalau saja ALLAH tidak mengingatkan maka penulis dapat dipastikan akan kehilangan sesuatu yang lebih berharga dari uang atau apapun yang ada di bumi ini yaitu Iman dan Taqwa. Mungkin hanya itu yang bisa penulis curahkan ke dalam sebuah tulisan yang intinya masih banyak lagi pengalaman penulis yang mengindikasikan di ibaratkan bahwasannya Sholat itu memang tiang agama dan ibadah – ibadah wajib yang lain sebagai atap, pintu, jendela dan lantai, akan tetapi ketika kamu ingin mempunyai sebuah televisi, tempat tidur, kulkas, mesin cuci, gadget, dsb. Kamu harus melakukan ibadah tambahan, kecuali jika kamu sanggup untuk hidup tanpa itu semua seperti di jaman batu.๐Ÿ™‚

Semoga bermanfaat.

Wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s